• AMALAN KETIKA SAKIT

  • SEPUTAR AIN

  • KETUA JRA DEMAK : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI

  • JRA DEMAK MERUQYAH DI KEMENAG KAB. DEMAK

BELAJAR DARI MUSIBAH

 Kamis, 19 Agustus 2021


10 Muharram atau lebih dikenal dengan istilah yaumu Asyura merupakan salah satu hari yang istimewa di kalangan umat muslim. Sejarah mencatat, sebagaimana literatu yang ada, pada hari ke sepuluh bulan Muharram tersebut beberapa peristiwa penting terjadi. Diantaranya adalah



1. Diciptakannya Nabi Adam as di surga

2. Diterimanya taubat Nabi Adam as

3. Terbelahnya lautan sebagai jalan untuk Nabi Musa as dan kaumnya

4. Tenggelamnya Fir'aun di dasar laut

5. Dikeluarkan nya Nabi Yusuf as dari perut ikan

6. Dikeluarkan nya Nabi Yusuf as dari sumur

7. Dilahirkannya Nabi Ibrahim as

8. Diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari api

9. Dilahirkannya Nabi Isa as

10. Diangkatnya Nabi Isa as ke langit

11. Disembuhkannya Nabi Ya'kub as dari buta

12. Dihilangkan nya madhorot dari Nabi Ayyub as

13. Diampuninya Nabi Dawud as


Keistimewaan tanggal 10 bulan Muharram juga sebagaimana hadits yang intinya kurang lebih "puasa Asyura menghapus dosa satu tahun yang telah lewat"


Begitu mulianya tanggal 10 Muharram, sehingga umat muslim sejak malam Asyura sampai petang mengadakan berbagai macam tasyakuran Asyura.


Tidak ketinggalan dengan Jam'iyyah Ruqyah Aswaja kab. Demak. Pada tanggal 10 Muharram tahun ini, PC JRA Demak mengadakan kegiatan sederhana namun insya Allah mempunyai manfaat yang besar. Rangkaian kegiatan tersebut adalah:


1. Ijazah musalsalah hadits puasa pada bulan Asyura

2. Ijazah musalsalah memotong kuku pada hari Kamis

Sebagaimana diketahui bahwa ijazah musalsalah adalah ijazah dengan sanad yang nyambung kepada Rasulullah Saw. Sehingga ijazah musalsalah, yang mulai langka di masa sekarang ini, perlu digalakkan kembali.


Selain ijazah musalsalah, pada kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah yang juga disampaikan oleh KH. NOOR HALIM, LC (Salah satu santri Sayyid Muhhamd Al Makki). Beliau adalah pembina JRA Demak juga salah satu a'wan Syuriah PCNU Kab. Demak.


Dalam tausiyyahnya Beliau mengatakan, jika seseorang dipanggil Allah dengan cara lembut tidak mau mendengarkan, maka seorang hamba akan dipanggil oleh Allah dengan sedikit lebih keras dari awalnya.


Prosesi ijazah dan tausiyah dapat disimak di video 👇👇

https://youtu.be/IKmkJkbFQGI


Semoga kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat untuk umat. Amin

KETUA JRA DEMAK : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI

 Rabu, 11 Agustus 2021

Ketua JRA Demak, Ustadz Ahmad Anwar, SHI menyampaikan materi tentang Reaktualisasi Metode Dakwah Walisongo di masa pandemi. Kegiatan yang bertajuk "DISKUSI ONLINE Nilai Pendidikan Walisongo Dalam Belajar Online dan Dampak Psikologis Terhadap Anak" tersebut diinisiasi oleh Kelompok 31 KKN MIT DR XII UIN Walisongo Semarang. Selain Ketua JRA Demak yang membahas terkait sekilas sejarah Walisongo beserta metode dakwahnya, hadir juga Bapak Royanullah, S.Ps.I., M.Ps.T. (Dosen UIN Walisongo Semarang) yang fokus terkait dampak Psikis belajar Online di masa pandemi ini.

JRA DEMAK MERUQYAH DI KEMENAG KAB. DEMAK

 Pada hari Jumat (04/06/2021)  pembina Jam’iyyah Ruqyah aswaja Demak meruqyah pada kegiatan Pengajian Jumat Awal di Kantor Kemenag.



Dilansir dari https://jateng.kemenag.go.id/datangkan-peruqyah-pada-pengajian-jumat-awal/, Pengajian Jumat Awal adalah salah satu kegiatan rutin yang digelar sebulan sekali di aula  dengan tujuan untuk meningkatkan amal ibadah para pegawai. Sebagaimana nama kegiatannya, pengajian ini selalu diselenggarakan pada hari Jumat di setiap awal bulan.


Adalah Abdullah Hanif, penceramah yang pagi ini dihadirkan untuk memberikan tausiyahnya. Ia adalah seorang tokoh agama dari Kecamatan Gajah, Demak yang pernah menyelesaikan pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo.


Selain sebagai seorang pendakwah dan Penyuluh Agama Islam Non PNS, aktifitas yang ia geluti hingga saat ini adalah sebagai seorang praktisi pengobatan ruqyah syariah Aswaja.


Materi yang ia sampaikan pada pengajian pagi ini adalah terkait fungsi Al qur’an sebagai As-Syifa’/ obat. Tentu ini tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai seorang peruqyah.


Menurut penjelasannya bahwa ruqyah merupakan sebuah upaya dan proses penyembuhan melalui ayat-ayat suci yang ada di dalam Alquran. Sehingga secara tidak langsung, ruqyah merupakan salah satu bentuk usaha manusia untuk mendekatkan diri sekaligus meminta perlindungan dari Allah SWT.


Ia menambahkan, bahwa selama ini banyak orang memahami bahwa Al Qur’an hanya bisa digunakan untuk pengobatan yang sifatnya batiniyah saja, misalnya terkena gangguan jin atau makhluk halus. Padahal menurutnya penyakit medispun bisa disembuhkan melalui ruqyah. “Karena pada hakikatnya, penyakit dan kesembuhan semua datangnya dari Allah. Dan Al Qur’an adalah kalam Allah,” tegasnya.


Nampak para peserta mendengarkan dengan serius apa yang disampaikannya. Terlebih ketika ia menceritakan pengalamannya dalam membantu penyembuhkan para pasien. Dan di akhir pertemuan, Abdullah Hanif  memandu para peserta bagaimana cara melakukan ruqyah mandiri, yang kemudian diikuti dengan antusias oleh semua peserta.


TIPS SEHAT ALA NABI #1

Ketika keseimbangan, kesehatan, dan kemampuan bertahan tubuh adalah karena perantaraan kelembaban tubuh yang mampu membandingi panas, maka kelembaban tubuh berfungsi bahan mentah yang dimatangkan oleh panas, dibuang kotoran-kotorannya, memperbaiki, dan melembutkannya. Namun jika kelembaban tidak bisa menandingi panas tubuh, maka kelembaban tersebut justru akan merusak tubuh dan melumpuhkannya. 



Kelembaban tubuh adalah makanan panas tubuh, jika tidak ada kelembabab tubuh, maka panas tubuh akan membakar,  mengeringkan, dan merusak tubuh. Kekuatan salah satu dari keduanya adalah sebab salah satu yang lainnya. Dan kekuatan tubuh adalah sebab keduanya. Setiap salah satu dari keduanya adalah makanan bagi salah satu yang lainnya. Maka jika terjadi ketidak seimbangan antara keduanya, maka akan berdampak buruk bagi tubuh.

Baca juga : Amalan ketika sakit
Panas tubuh akan selamanya menggerogoti kelembaban tubuh. Dalam kondisi apapun, panas tubuh akan bekerja sehingga tubuh pasti akan rusak. Oleh karena ini perlu ada asupan agar tubuh tidak kehabisan kelembabab. Asupan ini yang mengganti kelembababn tubuh yang terus menerus digerogoti oleh panas tubuh. Asupan ini adalah yang dikenal dengan makanan dan minuman. Contoh mudah, dalam keadaan apapun, tubuh tetap akan bekerja meskipun dalam keadaan tidur sekalipun. Makanya meskipun sesorang diam diri di rumah, jika tidak ada makanan dan minuman yang masuk, kemungkinan besar dia akan kelaparan. Karena kelembaban tubuhnya terus menerus digerogoti oleh panas tubuh.

SHOLAWAT GEMBOLAN (KH. M. CHOLIEL BISRI)

Sholawat GEMBOLAN, sebuah buku yang berisi ijazah-ijazah sholawat, disusun oleh Simbah KH. M. CHOLIEL BISRI BIN Simbah KH. BISRI MUSTOFA.



Luar biasanya khasiat sholawat, sehingga perlu bagi kita mengetahui sekaligus mengamalkannya. Semoga berkah.


Untuk mendownload bisa klik link di bawah


DOWNLOAD

KEUTAMAAN DZIKIR

Allah SWT mengingatkan kita agar memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, dan agar jangan sampai harta dan anak-anak kita memalingkan diri kita dari dzikir kepada Allah SWT karena dzikir merupakan bagian dari perkara-perkara yang agung, sebaik-baik yang mendekatkan kita kepada Allah SWt, serta menjadi penyampai segala perantara.


Allah SWT berfirman:



يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا, وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا  

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.


Allah SWT juga berfirman:


ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ  

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.


Selain disampaikan melalui ayat-ayat Al-Qur’an, urgensi dzikir juga banyak disampaikan melalui hadits Kanjeng Rasulullah SAW, diantaranya adalah:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُ وَإِنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا اقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً 

Dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman; 'Bagi hamba-Ku adalah sebagaimana perasangkanya kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia berdoa kepada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.


Hadits yang lain juga menyebutkan


عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ 

dari Abu Ad Darda` radliallahu 'anhu(6) ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Mereka berkata; ya. Beliau berkata: "Berdzikir kepada Allah ta'ala." Mu'adz bin Jabal radliallahu 'anhu berkata; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. Sebagian ulama telah meriwayatkan hadis ini dari Abdullah bin Sa'id seperti ini dengan sanad ini dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Mu'adz dan memursalkan hadis tersebut.


Hadits lain juga menyebutkan:

لذكر الله بالغداة والعشي أفضل من حطم السيوف في سبيل الله تعالى، ومن إعطاء المال سحا


Artinya: “Sungguh berdzikir kepada Allah di pagi dan petang hari lebih baik daripada mematahkan pedang di jalan Allah dan dibanding memberi harta kekayaan sebanyak-banyaknya.”


Dalam kesempatan yang lainnya, Baginda Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:


مثل الذي يذكر الله والذي لا يذكره مثل الحي والميت، ومثل الشجرة الخضراء بين الشجر اليابس. وذاكر الله في الغافلين كالمقاتل بين الفارين


Artinya: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang mati, seperti pepoluman yang hijau di tengah pepohonan yang kering, orangyang berdzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai seperti orang yang tetap berperang ditengah orang-orang yang lari tunggang langgang dari medan perang”


Dan masih banyak lagi riwayat hadits yang menyebutkan anjuran dan keutamaan berdzikir. Apabila disebutkan akan lebih lebar lagi dan tidak ada habisnya.


Dalam hal ini, para ulama berkata: “Sebaik-baik dzikir adalah yang dibaca dengan lisan dan hati secara bersamaan, sedangkan berdzikir dalam hati saja lebih baik daripada berdzikir di lisan saja.”


Sumber Syarah Ratibul Haddad li Al-Habib 'Alawi ibn Ahmad ibn Al-Hasan ibn 'Abullah ibn 'Alawi Al-Haddad



Kontributor: Tim Media Center JRA Demak

#keutamaandzikir

#dzikir

#dzikirdanamalan

PEMBUATAN TUTORIAL RUQYAH MANDIRI

Sabtu, 31 Juli 2021 di PAC JRA WONOSALAM


JRA Demak lover, Alhamdulillah malam ini telah terselenggara pembuatan video tutorial ruqyah mandiri. Setelah beberapa tutorial ruqyah mandiri telah selesai kami buat dalam bentuk pdf.



Tutorial ruqyah mandiri dalam bentuk video ini merupakan salah satu program hasil rakor PC JRA Demak pra ruqmas on zoom beberapa hari yang lalu. 


Tujuan pembuatan video tutorial ruqyah mandiri ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk melakukan ruqyah mandiri, karena beda orang beda karakter. Ada yang hanya membaca tulisan, sudah bisa memahami. Namun ada sebagian orang yang bisa memahami sesuatu jika dalam bentuk video dan audio. Maka dari itu, tutorial ruqyah mandiri, selain dibuat dalam bentuk pdf, juga dibuat dalam bentuk video.


Video tutorial ruqyah mandiri ini insya Allah akan dibuat dalam tiga metode, metode pertama ruqyah mandiri umum, metode kedua Ruqyah mandiri untuk kasus sihir, dan metode ketiga untuk kasus 'ain.


Metode ruqyah mandiri umum dan metode kasus santet akan dibawakan oleh Mbah K. Kholiel (koordinator divisi Ruqyah JRA DEMAK), dan untuk metode kasus 'ain akan dibawakan oleh Ust. Ahmad Anwar (Ketua JRA DEMAK).


Tunggu hasil pembuatan video ini di YouTube JRA Demak. Semoga bermanfaat.


#ruqyaandiri

#jrademak

#jra

DOWNLOAD KITAB ABWABUL FARAJ

 Kitab karya Abuya Al-Allamah Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki AlHasani yang berisi tentang doa-doa penting. Selain doa, juga dijelaskan dengan jelas tentang esensi doa.




Silahkan download kitabnya di sini


ABWABUL FARAJ

DOWNLOAD SYARAH RATIBUL HADDAD

Untuk mendownload 

kitab Syarah Ratibul Haddad 



klik DOWNLOAD

Semoga bermanfaat.

AMIN

CARA PERBENTENGAN DARI 'AIN

Telah disampaikan pada terkait dengan ‘ain dan bahayanya ‘ain. telah disampaikan juga terkait dengan cara mengobati ‘ain sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun perlu diketahui juga bahwa bahaya ‘ain adalah di bawah ketetapan ketetapan dan takdir Allah SAW sebagaimana hadits:

عَنْ عُبَيد بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.

Maka dari itu perlu adanya antisipasi atau perbentengan diri agar pengaruh ‘ain tidak mengenahi diri kita. Pepatah mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Bagaimana caranya?

Baca juga: Cara mengobati penyakit 'ain

Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim membagi perbentengan pengaruh ‘ain dengan dua cara:

Mengobati Penyakit 'Ain (Pandangan Mata Yang Mematikan)

A. 'AIN ITU NYATA

 Tentang ‘Ain disebutkan dalam Al-Qur’an juga di dalam hadits Rasulullah SAW. 

QS. Al-Qolam : 51

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ  

Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`ān dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.


Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya dalam Tafsir Ibnu Katsir, mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: benar-benar hampir menggelincirkan kamu. Yakni mereka benar-benar hampir menembus dirimu dengan pandangan mereka, Yaitu mereka hampir saja menimpakan penyakit 'ain terhadapmu melalui mata mereka. Dengan kata lain, mereka dengki terhadapmu disebabkan kebencian mereka terhadapmu. Seandainya tidak ada pemeliharaan dari Allah terhadap dirimu dari kebencian mereka, tentulah penyakit ain yang ditimpakan oleh mereka akan mengenai dan menembus dirimu.


baca juga 'Ain, Pengertian, Ciri, dan Caranya

Imam Ibnu Katsir menambahkan: Di dalam makna ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa penyakit 'ain itu ada dan pengaruhnya ada, tetapi dengan seizin Allah Swt. Banyak hadis yang menerangkan masalah ini diriwayatkan melalui berbagai jalur yang cukup banyak.

عَنْ عُبَيد بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.

PPKM DARURAT, JRA DEMAK TETAP EKSIS

Jum’at, 23 Juli 2021, Dibawah pembatasan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat yang disebut PPKM, Jam’iyyah Ruqyah Aswaja kab. Demak tetap eksis mendakwahkan Al-Qur’an sebagai Syifa’. Berawal dari meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, membuat Tim Baruklinting JRA Demak harus memutar otak. Jika selama ini JRA Demak paling tidak satu bulan satu kali bahkan sering juga satu bulan sampai 5 kali mengadakan Ruqyah Massal di beberapa tempat dan sifatnya adalah tatap muka, maka kali ini harus ada manuver kegiatan yang sama namun dengan cara berbeda. 

Ruqyah Aswaja

“JRA Demak harus tetap berperan, jangan ikut-ikut baperan” kata Ahmad Anwar, SHI ketua JRA Demak. “kita harus tetap berada digaris terdepan untuk mendakwahkan al-Qur’an sebagai syifa’, karena apapun penyakit, Al-Qur’an adalah solusi yang pertama dan utama” tambahan Beliau. Akhirnya dengan modal sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh tim Baruklinting, kita bertekad untuk mengembangkan Media sosial sebagai salah satu alat edukasi kepada masyarakat terkait dengan Al-Qur’an adalah obata bagi semuanya. Mulai dari facebook, Website, Instagram, Whatsapp, Tweeter, dll akan kembali dihidupkan dan dikembangkan dalam rangka edukasi dan terapi Ruqyah bagi masyarakat.

‘AIN, PENGERTIAN, CIRI, DAN CARANYA

 penyakit ain adalah? penyakit ain itu seperti apa ? penyakit ain apa ?

YUK SIMAK

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ 

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’,” (QS al-Qalam: 51)

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).

Penyakit ain


 Baca juga AMALAN KETIKA HENDAK TIDUR ATAU KETIKA SAKIT

A.        PENGERTIAN PENYAKIT AIN

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“’Ain adalah pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya” (Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, Fath al-Bari, juz 10, h. 200).

 وهي النظر إلى شئ على غلة واستحسانه والحسد عليه من غير ذكر الله

“’Ain adalah pandangan pada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai berdzikir kepada Allah” (Al-Munawi, Faid al-Qadir, juz 15, h. 474).

Dari dua pendapat ulama’ di atas, dapat disimpulkan bahwa ‘ain adalah gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh pandangan baik disertai dengki atau tidak. Biasanya diawali dari sebuah kekaguman yang tidak disertai dengan mengingat Allah swt.

Efek dari pandangan atau ‘ain ini sungguh luar biasa, sehingga Rasulullah SAW bersabda:

أكثر من يموت من أمتي بعد قضاء الله وقدره بالعين

“kebanyakan orang meninggal dari umatku setelah ketetapan dan takdir Allah adalah karena ‘ain.

B.        CIRI-CIRINYA

Dalam membahas ‘ain, maka kita akan dihadapkan dengan tiga istilah, yaitu: