• AMALAN KETIKA SAKIT

  • SEPUTAR AIN

  • KETUA JRA DEMAK : REAKTUALISASI METODE DAKWAH WALISONGO DI MASA PANDEMI

  • JRA DEMAK MERUQYAH DI KEMENAG KAB. DEMAK

PEMBUATAN TUTORIAL RUQYAH MANDIRI

Sabtu, 31 Juli 2021 di PAC JRA WONOSALAM


JRA Demak lover, Alhamdulillah malam ini telah terselenggara pembuatan video tutorial ruqyah mandiri. Setelah beberapa tutorial ruqyah mandiri telah selesai kami buat dalam bentuk pdf.



Tutorial ruqyah mandiri dalam bentuk video ini merupakan salah satu program hasil rakor PC JRA Demak pra ruqmas on zoom beberapa hari yang lalu. 


Tujuan pembuatan video tutorial ruqyah mandiri ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk melakukan ruqyah mandiri, karena beda orang beda karakter. Ada yang hanya membaca tulisan, sudah bisa memahami. Namun ada sebagian orang yang bisa memahami sesuatu jika dalam bentuk video dan audio. Maka dari itu, tutorial ruqyah mandiri, selain dibuat dalam bentuk pdf, juga dibuat dalam bentuk video.


Video tutorial ruqyah mandiri ini insya Allah akan dibuat dalam tiga metode, metode pertama ruqyah mandiri umum, metode kedua Ruqyah mandiri untuk kasus sihir, dan metode ketiga untuk kasus 'ain.


Metode ruqyah mandiri umum dan metode kasus santet akan dibawakan oleh Mbah K. Kholiel (koordinator divisi Ruqyah JRA DEMAK), dan untuk metode kasus 'ain akan dibawakan oleh Ust. Ahmad Anwar (Ketua JRA DEMAK).


Tunggu hasil pembuatan video ini di YouTube JRA Demak. Semoga bermanfaat.


#ruqyaandiri

#jrademak

#jra

DOWNLOAD KITAB ABWABUL FARAJ

 Kitab karya Abuya Al-Allamah Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki AlHasani yang berisi tentang doa-doa penting. Selain doa, juga dijelaskan dengan jelas tentang esensi doa.




Silahkan download kitabnya di sini


ABWABUL FARAJ

DOWNLOAD SYARAH RATIBUL HADDAD

Untuk mendownload 

kitab Syarah Ratibul Haddad 



klik DOWNLOAD

Semoga bermanfaat.

AMIN

CARA PERBENTENGAN DARI 'AIN

Telah disampaikan pada terkait dengan ‘ain dan bahayanya ‘ain. telah disampaikan juga terkait dengan cara mengobati ‘ain sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun perlu diketahui juga bahwa bahaya ‘ain adalah di bawah ketetapan ketetapan dan takdir Allah SAW sebagaimana hadits:

عَنْ عُبَيد بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.

Maka dari itu perlu adanya antisipasi atau perbentengan diri agar pengaruh ‘ain tidak mengenahi diri kita. Pepatah mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Bagaimana caranya?

Baca juga: Cara mengobati penyakit 'ain

Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim membagi perbentengan pengaruh ‘ain dengan dua cara:

Mengobati Penyakit 'Ain (Pandangan Mata Yang Mematikan)

A. 'AIN ITU NYATA

 Tentang ‘Ain disebutkan dalam Al-Qur’an juga di dalam hadits Rasulullah SAW. 

QS. Al-Qolam : 51

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ  

Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`ān dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.


Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya dalam Tafsir Ibnu Katsir, mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: benar-benar hampir menggelincirkan kamu. Yakni mereka benar-benar hampir menembus dirimu dengan pandangan mereka, Yaitu mereka hampir saja menimpakan penyakit 'ain terhadapmu melalui mata mereka. Dengan kata lain, mereka dengki terhadapmu disebabkan kebencian mereka terhadapmu. Seandainya tidak ada pemeliharaan dari Allah terhadap dirimu dari kebencian mereka, tentulah penyakit ain yang ditimpakan oleh mereka akan mengenai dan menembus dirimu.


baca juga 'Ain, Pengertian, Ciri, dan Caranya

Imam Ibnu Katsir menambahkan: Di dalam makna ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa penyakit 'ain itu ada dan pengaruhnya ada, tetapi dengan seizin Allah Swt. Banyak hadis yang menerangkan masalah ini diriwayatkan melalui berbagai jalur yang cukup banyak.

عَنْ عُبَيد بْنِ رَفَاعَةَ الزُرقي قَالَ: قَالَتْ أَسْمَاءُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ بَنِي جَعْفَرٍ تُصِيبُهُمُ الْعَيْنُ، أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: "نَعَمْ، فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ القدرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.

PPKM DARURAT, JRA DEMAK TETAP EKSIS

Jum’at, 23 Juli 2021, Dibawah pembatasan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat yang disebut PPKM, Jam’iyyah Ruqyah Aswaja kab. Demak tetap eksis mendakwahkan Al-Qur’an sebagai Syifa’. Berawal dari meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, membuat Tim Baruklinting JRA Demak harus memutar otak. Jika selama ini JRA Demak paling tidak satu bulan satu kali bahkan sering juga satu bulan sampai 5 kali mengadakan Ruqyah Massal di beberapa tempat dan sifatnya adalah tatap muka, maka kali ini harus ada manuver kegiatan yang sama namun dengan cara berbeda. 

Ruqyah Aswaja

“JRA Demak harus tetap berperan, jangan ikut-ikut baperan” kata Ahmad Anwar, SHI ketua JRA Demak. “kita harus tetap berada digaris terdepan untuk mendakwahkan al-Qur’an sebagai syifa’, karena apapun penyakit, Al-Qur’an adalah solusi yang pertama dan utama” tambahan Beliau. Akhirnya dengan modal sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh tim Baruklinting, kita bertekad untuk mengembangkan Media sosial sebagai salah satu alat edukasi kepada masyarakat terkait dengan Al-Qur’an adalah obata bagi semuanya. Mulai dari facebook, Website, Instagram, Whatsapp, Tweeter, dll akan kembali dihidupkan dan dikembangkan dalam rangka edukasi dan terapi Ruqyah bagi masyarakat.

‘AIN, PENGERTIAN, CIRI, DAN CARANYA

 penyakit ain adalah? penyakit ain itu seperti apa ? penyakit ain apa ?

YUK SIMAK

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ 

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’,” (QS al-Qalam: 51)

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).

Penyakit ain


 Baca juga AMALAN KETIKA HENDAK TIDUR ATAU KETIKA SAKIT

A.        PENGERTIAN PENYAKIT AIN

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“’Ain adalah pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya” (Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, Fath al-Bari, juz 10, h. 200).

 وهي النظر إلى شئ على غلة واستحسانه والحسد عليه من غير ذكر الله

“’Ain adalah pandangan pada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai berdzikir kepada Allah” (Al-Munawi, Faid al-Qadir, juz 15, h. 474).

Dari dua pendapat ulama’ di atas, dapat disimpulkan bahwa ‘ain adalah gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh pandangan baik disertai dengki atau tidak. Biasanya diawali dari sebuah kekaguman yang tidak disertai dengan mengingat Allah swt.

Efek dari pandangan atau ‘ain ini sungguh luar biasa, sehingga Rasulullah SAW bersabda:

أكثر من يموت من أمتي بعد قضاء الله وقدره بالعين

“kebanyakan orang meninggal dari umatku setelah ketetapan dan takdir Allah adalah karena ‘ain.

B.        CIRI-CIRINYA

Dalam membahas ‘ain, maka kita akan dihadapkan dengan tiga istilah, yaitu: